Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘tim’

Balai Budaya yang Merana

Terletak di salah satu sudut Jalan Gereja Theresia, Jakarta Pusat, sebuah bangunan tua bergaya kolonial terasa kian terpencil oleh kantor megah di kiri kanannya. Itulah Balai Budaya Jakarta yang kian merana. Padahal, di gedung inilah tertancap tonggak perjalanan kreatif nama-nama besar di jagat kesenian Indonesia.

Padatahun 1960-an dan 1970-an, banyak pelukis besar memamerkan hasil karyanya di Balai Budaya Jakarta. Seperti sang maestro Affandi, Popo Iskandar, Hardi, Sudjoyono, dan masih banyak lagi. Drama legendaris karya Bengkel Teater WS Rendra juga dipentaskan di gedung yang kini sudah tidak terawat.

Seperti dikemukakan oleh Misbach Yusa Biran, yang banyak mengetahui keberadaan gedung yang berdiri sejak 1950-an ini, dan sejumlah seniman kerap berdiskusi di Balai Budaya. Sejumlah seniman dan penyair ternama, seperti Gunawan Muhammad, Sutardji Chalzoum, dan Nugroho Notosusanto, juga sering tampil dan berdiskusi di gedung Balai Budaya. Tidak heran, kalau gedung yang menurut Misbach kebanjiran bila musim hujan, pernah menjadi barometer kesenian di Jakarta, khususnya di tahun 1960- an dan 1970-an.

Mengingat kondisinya itu, masih menurut Misbach, para seniman pernah mengusulkan kepada gubernur Ali Sadikin agar di Jakarta perlu ada gedung kesenian yang menjadi tempat berkiprahnya para seniman dan budayawan dengan karya-karya mereka. Bang Ali menyambut respons tersebut dengan membentuk Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) pada 1968. Ketuanya adalah Sutrisno Sumardjo dengan anggotaanggota, antara lain Asrul Sani, Ajip Rosidi, Umar Khayam, Wahyu Sihombing, Misbach Yusa Biran, DJayakusumah, dan Gayus Siagian.

Dan, atas usul para seniman itulah Bang Ali mendirikan Taman Ismail Marzuki yang sebelumnya adalah Kebun Binatang dan kediaman pelukis Raden Saleh. Kini, Balai Budaya Jakarta yang sepertinya tengah menghitung nasib merupakan test case bagi Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo untuk mengembalikan ke masa jayanya. Terutama, memperbaiki bangunannya yang sering kebanjiran. Menurut Misbach Yusa Biran, gedung kesenian tidak harus terpusat di TIM. Perlu di beberapa tempat, termasuk Balai Budaya Jakarta yang bersejarah itu.

Iklan

Read Full Post »